30-05-2013, 10:53 PM
|
solusi tweeter jebol
|
|
02-06-2013, 01:59 PM
1. pasang rem cakram kalo di pararel dengan komponen yang beda
2. setting x over yang pas tepat di atas fs dan dibawah rool off nya
30-07-2014, 06:13 AM
kang klo udah pake crossover pasif apa harus ditambahin elko lg ya kang
30-07-2014, 02:56 PM
(30-05-2013, 10:53 PM)EdiPurwanto Wrote: 5 kali posting blom masuk perkenalan juga ......... pakai panggilan bos lagi ..... haduuhhhhh ga baca peraturan ya mas panggil polisi aja kang kalo bandel, biar ditilang :-D (30-07-2014, 06:13 AM)onedita Wrote: kang klo udah pake crossover pasif apa harus ditambahin elko lg ya kang umumnya sudah ada kang, tinggal pasang aja :-)
30-07-2014, 04:33 PM
30-07-2014, 04:52 PM
Biasanya tweeter jebol karena amplifier clipping sehingga cacat harmonik besar sekali. Bentuk tegangan keluaran hampir kotak.
Lihat thread APEX di diyaudio.com. Dia banyak mendisain limiter untuk tweeter. Dari lampu pijar sampai pakai transistor BJT, Mosfet, dll. Yang prinsipnya membatasi arus yang masuk ke tweeter. Tahanan lampu pijar sangat kecil saat arusnya kecil. Jika arusnya besar, filamennya menjadi panas sehingga tahanannya juga menjadi besar. Kalau yang memakai transistor, prinsipnya jika ada arus besar di tweeter, koneksi ke tweeternya diputus. Sebenarnya dengan menjaga amplifier agar tidak terjadi clipping akan menjaga tweeter dari kemungkinan rusak. Sayangnya banyak operator yang telinganya tidak sensitif terhadap cacat. Yang penting suaranya kenceng biarpun cacat :-D
30-07-2014, 05:03 PM
(30-07-2014, 04:52 PM)bimo_tok Wrote: Biasanya tweeter jebol karena amplifier clipping sehingga cacat harmonik besar sekali. Bentuk tegangan keluaran hampir kotak.jadi menurut akang bimo_tok perlu elko lg gak, klo perlu yang ukuran berapa, twiter saya acr 100watt kang (30-07-2014, 05:03 PM)onedita Wrote: jadi menurut akang bimo_tok perlu elko lg gak, klo perlu yang ukuran berapa, twiter saya acr 100watt kang elco untuk membuang (filter) frekuensi rendah biar ngga masuk ke tweeter. Sebaiknya jangan pakai elco tapi MKP. Jika hanya memakai kapasitor saja, filternya orde satu (-6dB/oktaf). Rumusnya: F = 1/(2 x pi x R x C) F = Frekuensi -3dB pi = 3.1415926535897932384626433832795 atau 355/113 (perbandingan ini ditemukan orang China kuno, lihat angkanya unik) R = impedansi tweeter C = nilai kapasitor Lebih baik memakai filter orde 2 (-12dB/oktaf) dengan induktor dan kapasitor. Untuk rumus crossover pasif bisa download software di internet, ada beberapa yg gratis. Frekuensi ditentukan oleh respon frekuensi tweeter yang digunakan. Filter ini atau crossover pasif tidak memproteksi tweeter dari arus yang berlebihan. Saya sarankan buat operator sound system untuk melatih telinganya agar bisa membedakan warna suara. Gitar listrik dan gitar akustik walaupun sama2 memainkan nada yang sama, tapi warna suaranya beda. Gitar akustik pun jika senarnya bahannya beda, warna suaranya beda walaupun memainkan nada yang sama. Seharusnya suara pelan (volume kecil) dan suara kencang (volume besar), warna suara pada speaker harus tetap sama. Jika beda maka ampli atau speakernya memiliki cacat. Lalu bedakan suara alat musik yang direkam dengan suara aslinya. Telinga terlatih gampang mendeteksi cacat harmonik yang kecil, apalagi cacat harmonik karena amplifier nya clipping. Gampang banget. Kalau terjadi clipping sesaat (beberapa mili second), biasanya tweeter tidak langsung rusak. Kalau clipping nya kelamaan, baru jebol. Boleh dicoba kalau ngga percaya, sekaligus melatih telinga :-D
30-07-2014, 07:22 PM
nah.. tambah bingung kan :-D , mau gampang atau susah, atau gampang tapi ribet :-D
30-07-2014, 07:50 PM
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|
Users browsing this thread: 1 Guest(s)
